
1. Sesuaikan Keinginan dan minat. Tetapkan keinginan Anda terhadap jurusan tertentu, tapi harus Anda sesuaikan dengan minat kemampuan Anda.. Usahakan menyejajarkan antara minat dan keinginan Anda, misalnya karena Anda suka akan kreatifitas dan seni, maka ada baiknya Anda memilih jurusan Arsitektur, Desain Grafis, Desain komunikasi Visual atau Desain Interior, karena di sana skill Anda akan lebih digali dan diarahkan.
2. Realistis. Selain menyesuaikan keinginan dan minat, Anda harus berpikir realistis. Jangan terlalu idealis. Tanpa bermaksud mendeskreditkan jurusan-jurusan tertentu,..
3. Kenali Pesaing. Mengenali pesaing dapat Anda lakukan melalui try-out yang sering diadadakan oleh beberapa lembaga belajar di kota Anda. Setelah itu ukur tingkat persaingan dengan perbandingan minat terhadap fakultas di perguruan tinggi terkait. Misalnya, TI UNY daya tampung 80 orang dengan peminat 2000 orang , berarti Anda harus menganyingkirkan 1920 orang pesaing untuk bisa diterima disana.
4. Pahami Jejaring Perguruan Tinggi Tujuan (Campuss Networking). Carilah informasi lebih jauh tentang jejaring kampus tujuan Anda, apakah ia memiliki link khusus dengan suatu perusahaan tertentu? apakan lulusannya punya jaringan kuat di perusahaan-perusahaan besar?
5. Tren. Tren yang dimaksud di sini bukan tren lapangan kerja saat ini, tapi tren lapangan kerja 5 sampai 10 tahun kedepan. Kemampuan membaca tren 5-10 tahun kedepan Anda perlu miliki atau setidaknya minta pertimbangan orang tua atau guru Anda. Tren ini dipergunakan untuk memprediksi lapangan pekerjaan apa yang akan booming atau naik daun setelah Anda lulus kuliah nanti, sehingga diharapkan Anda akan mudah mencari pekerjaan.
Nah…pikirkan matang-matang tentang jurusan yang akan adik-adik pilih di Perguruan Tinggi nanti. GOOD LUCK. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar